Monday, 26 February 2018

Hiking and Traveling

Dalam perjalanan kehidupan pasti ada yang namanya jenuh, bosan dengan rutinitas yang membuat banyak orang jadi stress yang membuat orang harus menghilangkan atau melepaskan beban pikiran yang ada melalui wisata. Ada sebagian orang berwisata dengan cara traveling ke berbagai destinasi wisata yang menarik baik di dalam maupun diluar negeri dengan berbagai promo atau pun paket wisata yang ditawarkan dengan harga yang berbagai macam dari low budget sampai high budget dengan kelas mewahnya, ada juga orang berwisata dengan cara mendaki gunung atau hiking yang menurut sebagian orang merupakan hal yang kurang menarik dengan berbagai alasan seperti kotor, digunung tidak ada tempat menarik, makanan terbatas, lelah/capek dan sebagainya. Tetapi bagi sebagian orang mendaki gunung merupakan hal yang lebih menarik dibandingkan traveling karena menurut orang yang mendaki gunung ini sejatinya mencintai alam dan menikmati pemandangan alam yang telah diciptakan Allah SWT melalui cara mendaki gunung. saya akan membahas hiking dan traveling menurut pandangan, pengalaman, atau pun cerita dari orang-orang yang pernah hiking dan traveling.  

Memang dalam mendaki gunung tidak mudah bagi sebagian orang karena memerlukan banyak tenaga, waktu, biaya, mental, emosional, pikiran dan jiwa yang harus lebih kuat. Karena dalam mendaki gunung kita akan dihadapkan banyak hal yang tidak kita duga seperti kondisi medan yang sulit, kondisi alam yang tidak menentu seperti cuaca, kondisi hewan yang habitatnya ada digunung dan sebagainya. Tetapi dalam mendaki gunung diri kita akan ditempa terutama dalam hal fisik dan mental yang dimana kita akan merasakan fisik kita lelah tetapi mental kita ingin kita tetap maju sampai tujuan dan dengan dorongan dari teman-teman akhirnya kita bisa menggapai puncak meskipun susah payah, pasti ada rasa ingin berhenti kemudian kembali, kangen dengan kehidupan sehari-hari yang biasanya, kangen rumah, kangen dengan orang-orang yang kita sayang saat mendaki gunung dan banyak hal lainnya. 

Dalam mendaki gunung selain diperlukan fisik dan mental yang kuat, kita juga harus membawa perbekalan/logistik untuk kehidupan selama mendaki gunung terutama air adalah kebutuhan yang paling penting. Tidak lupa juga untuk dipersiapkan makanan dengan baik seperti makanan berserat, madu, snack, diusahakan untuk membawa makanan dengan kalori yang tinggi karena dengan mendaki gunung kita membutuhkan setidaknya 2 kali lebih banyak energi dan kalau bisa hindari makan mie instan yang tidak mencukupi kebutuhan energi kita, lebih baik mengganti mie instan dengan oatmeal atau cereal bar, untuk mengganti nasi kita bisa menggunakan kentang goreng, dianjurkan untuk minum wedang lebih baik dibandingkan bir, serta membawa madu, kurma, coklat, gula merah untuk menambah energi dan oralit untuk mengganti cairan ion dalam tubuh yang banyak hilang selama pendakian (sumber : pendakigunung.top).

Mendaki gunung juga bisa mendekatkan diri kita dengan sang pencipta terutama dalam hal mensyukuri ciptaan alam Nya yang sungguh luar biasa indah, yang bisa membuat kita meneteskan air mata karena ciptaan Nya. Selama mendaki gunung diusahakan selalu berdoa untuk diberi keselamatan dan perlindungan selama pendakian maupun dalam perjalanan, tidak lupa sebelum berangkat mendaki gunung pun kita harus pamit kepada orang tua untuk meminta restu.

Dalam mendaki gunung kita juga bisa menjalin pertemanan sesama pendaki gunung, ini pasti terjadi selama mendaki gunung dari yang tidak kenal awalnya selama pendakian sampai kemudian mereka akrab karena saling bercerita atau sekedar berbincang tentang keindahan pegunungan. Banyak juga yang menemukan jodoh selama pendakian serta membuat komunitas sesama pendaki gunung. Tergantung niat para pendaki gunung ada yang menikmati alam, menjalin pertemanan sesama pendaki, ada juga yang mencari jodoh selama pendakian sesama pendaki ataupun saling mengakrabkan diri sesama teman selama pendakian.

Tidak lupa juga dalam mendaki gunung untuk mengabadikan moment yang langka dalam bentuk photo dan video, sekaligus untuk dokumentasi dan menunjukan bahwa kita pernah mendaki gunung tersebut. Kebanyakan pendaki biasanya juga akan upload photo atau video tersebut ke akun media sosial yang mereka punya untuk menunjukan keindahan alam sebagai bukti nyata ataupun untuk tetap eksistensi di media sosial.

Menikmati keindahan alam yang sangat luar biasa indah adalah impian banyak pendaki, tidak lupa dalam mendaki gunung kita tidak boleh melakukan aksi vandalisme ataupun membuang sampah sembarangan untuk tetap menjaga kelestarian dari gunung dan habitat yang ada didalamnya, serta tidak membakar sampah dalam kawasan gunung yang dapat membahayakan sesama pendaki, kerusakan lingkungan/habitat hutan digunung, lebih baik bawa sampah kembali pada saat turun mendaki. "mendaki bawa barang yang masih penuh saja kuat, masa membawa turun sampah yang sudah kosong tidak kuat". tetap jaga dan lestarikan alam yang sudah bagus dan dirawat agar kita tetap bisa menikmatinya kembali di lain waktu.


Pemandangan pegunungan Ijen dilihat dari puncak gunung Ijen

Dalam banyak hal sebagian orang juga lebih memilih traveling untuk mengisi waktu luang/masa berlibur untuk pergi ke tempat wisata yang menarik atau sedang trend pada saat ini untuk dikunjungi. Traveling menurut sebagian orang adalah berwisata untuk mencari spot photo terbaik, traveling sekaligus mencari kuliner lokal, mengetahui adat istiadat/budaya daerah, menginap dihotel mewah dengan pemandangan terbaik, atau hanya ingin menikmati suasana alam yang segar dan ingin menikmati pantai yang indah. dalam traveling biasanya kita bebas untuk menikmati segala macam tempat yang dikunjungi selama masih aman dan bukan daerah terlarang untuk dimasuki, bebas berekspresi dengan sentuhan jepretan kamera yang dibawa oleh wisatawan, menikmati kuliner lokal yang ada.

Mendatangi spot terbaru dengan berphoto bersama/berswaphoto bahasa kerennya selvie yang kemudian di upload ke berbagai macam media social yang mereka punya merupakan kepuasan, kebanggan dan pengalaman tersendiri yang mungkin teman/sanak saudara mereka belum pernah datang ke tempat yang kita datangi untuk wisata.

Pada banyak orang kalau traveling lebih suka menghabiskan masa liburannya dipantai dan ditempat wisata yang lagi trend. Dipantai pada banyak orang untuk menikmati pantai yang indah dan deburan ombaknya yang membuat orang sangat menikmatinya.



Pemandangan senja di pantai kuta Bali

Salah satu pantai yang paling banyak dikunjungi dibali, pantai kuta. Pasti atau mungkin setiap orang untuk berwisata ke bali akan mengunjungi pantai yang indah ini, tidak lengkap rasanya liburan dibali tidak datang ke pantai kuta. 

Berwisata tidak hanya dilakukan ke pantai saja bisa juga wisata ke situs bersejarah seperti candi, museum dan tempat peninggalan bersejarah lainnya, jadi berwisata juga dapat menambah pemahaman kita akan culture dan sejarah dari tempat yang kita kunjungi tersebut dengan baik. Mungkin bagi sebagian orang malas untuk berwisata ke tempat yang penuh sejarah tersebut karena tidak tertarik ataupun tidak ingin mengetahui sejarah dari tempat yang dikunjungi, bagi sebagian orang lebih baik berwisata ke tempat yang sedang lagi trend atau lagi naik daun adalah pilihan menarik karena mereka tetap bisa menyalurkan hobi photo mereka dengan berswaphoto, mungkin untuk menunjukan eksistensi bahwa tempat yang sedang naik daun tersebut pernah di kunjungi.

Memang tergantung niat kita pada saat dari kota asal ke kota tujuan apa, ingin wisata ke tempat bersejarah, tempat yang lagi trend seperti bukit-bukit yang banyak didaerah wisata ramai kunjungan wisatawan atau ke tempat air terjun, kemudian ke tempat yang ada wahana wisatanya dengan menawarkan atraksi dan games yang terbaru serta menawarkan permainan yang ekstrem yang menurut sebagian orang biasanya wahana wisata tersebut diperuntukan bagi kalangan kaum muda yang menyukai tantangan dengan permainan yang ekstrem dan ada juga yang ke tempat wisata religi. 

Dalam berwisata ada orang yang senang bersama teman-teman, ada juga yang bahkan wisata seorang diri dengan berbagai macam alasan tentunya. Berwisata dengan teman-teman memang lebih mengasyikan karena kita bisa bercanda selama berwisata, bisa sharing cost untuk hemat budget dan banyak keseruan lainnya yang bisa membuat kita semangat untuk berwisata. Dengan berwisata kita dapat berbagi pengalaman dengan orang yang mungkin sudah pernah berwisata ke tempat yang sudah pernah dikunjungi. Berwisata sendirian juga bukan tidak mengasyikan, tetapi mungkin orang yang berwisata sendiri punya tujuan yang orang lain tidak perlu mengetahuinya. mungkin seperti ingin menikmati waktu sendiri, menenangkan pikiran atau mungkin memang ingin wisata seorang diri. bagaimanapun wisata adalah hal untuk membuat kita melepas beban pikiran yang penat atau berat karena menjalani aktifitas sehari-hari dan dengan tujuan merelaksasi pikiran untuk lebih tenang dan membuat diri yang berwisata jadi lebih senang dengan berwisata.

Untuk kedua hal ini hiking and traveling tergantung kebebasan orang untuk memilih hal tersebut, ada yang hanya memilih untuk mendaki gunung saja atau ada yang hanya memilih untuk traveling saja. biasanya hal tersebut tergantung minat, kebutuhan, tujuan dari masing-masing orang. Tetapi banyak juga yang melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan, yang biasanya karena sekaligus untuk explore tempat wisatanya. Meskipun biaya yang dikeluarkan lebih besar tetapi punya kebanggan dan kepuasan tersendiri untuk melakukan kedua hal tersebut.

Hiking and Traveling sama saja keduanya untuk menikmati alam atau menikmati tempat yang dituju, salah satu yang terpenting adalah dengan menjaga kelestariannya dengan tidak melakukan aksi yang dapat membuat rusak dan tetap jaga kebersihan selama hiking dan traveling dengan membawa sampah kembali atau membuang sampah pada tempatnya.

Ini sedikit pengalaman, cerita, cara pandang dari saya sendiri dan sedikit juga mengambil pengalaman atau cerita dari teman/orang lain yang pernah melakukan hiking and traveling.